Tuesday, September 17, 2019

Panduan dasar baterai vape


Baterai Vape tidak seperti baterai remot tv, baterai vape memiliki daya jauh lebih kuat yang perlu ditangani dengan hati-hati. Jika kamu memiliki regulated mod (baca postingan sebelumnya) yang ditenagai oleh baterai seperti 18650 atau 20700, maka panduan ini untuk kamu.

Silahkan baca terus untuk mengetahui dasar-dasar keamanan baterai, tetapi ingat ini bukan panduan keamanan untuk mod mecha, maka dari itu kamu memerlukan pemahaman lebih tentang Ohm law dan lebih banyak lagi menggali informasi dari apa yang dicakup dalam panduan pemula ini.

Jaga agar tetap utuh
Selalu pastikan bahwa bungkus baterai kamu dalam kondisi baik. Jika kamu melihat lecet atau terkelupas pada bungkus baterai, hal yang aman untuk dilakukan adalah membungkusnya kembali. Bungkus baterai harganya murah dan sangat mudah untuk dipasang. Jika kamu tidak memiliki bungkus baterai, silahkan kunjungi toko vape terdekat di tempatmu.

Gunakan baterai yang tepat
Beberapa baterai bagus untuk vaping watt rendah, sebagian lain untuk sub-ohm, malah ada baterai yang memang bukan untuk kegiatan vaping. Ketika kamu membeli baterai, pastikan spesifikasinya cocok untuk mod kamu. Jangan terpaku pada angka di kemasan, karena terkadang baterai tersebut kurang cocok untuk untuk mod kamu, untuk informasi lebih lanjut bisa di konsultasikan kepada ahlinya atau paling mudah konsultasi dengan toko vape di tempatmu.

Gunakan kotak baterai
Jangan simpan baterai sembarangan. Beli lah case baterai sebagai pelindung untuk menjaga dari kondisi konsleting misal. Karena tidak menutup kemungkinan kutub baterai menempel pada metal yang menyebabkan baterai meledak.

Hati-hati dengan barang palsu/clone
Barang palsu atau clone biasanya memakai merk merk terkenal tetapi dijual dengan harga murah. Tips dari saya jangan terjebak dengan harganya yang murah. Belilah dari tempat yang terpecaya dan merk yang memang sangat menjaga kualitasnya.

Jangan biarkan baterai kamu terisi daya tanpa pengawasan
Ketika menggunakan pengisi daya, meninggalkan baterai saat di isi tanpa pengawasan bukan merupakan ide yang baik, terutama ditinggal semalaman. Meskipun sangat jarang terjadi masalah, pengisi daya baterai adalah perangkat elektronik dan tidak menutup kemungkinan terjadinya konsleting. Selalu awasi pengisian daya kamu dan tempatkan dalam wadah baterai saat kamu tidak dipakai.

Gunakan pengisi daya khusus
Saat ini, sebagian mod memungkinkan kita untuk mengisi baterai langsung di mod. Tapi menurut saya tetap lebih aman menggunakan pengisi daya baterai khusus yang terpisah. Disamping faktor keamanan, juga bisa memperpanjang usia pakai mod.

Jangan terlalu menguras baterai kamu
Usahakan untuk tidak menguras habis baterai sepenuhnya, karene baterai lithium-ion cenderung  lebih cepat drop jika kamu menggunakannya sampai habis. Sebagian besar mod memiliki indikator level baterai. Cabut baterai kamu lalu isi kembali sebelum benar-benar kehabisan daya, karena akan memperpanjang usia baterai.

Hindari Suhu berlebih
Baterai Vape dapat bertahan pada suhu rendah dan tinggi, tetapi kamu tentu tidak akan coba menguji sampai batasnya kan?. Temperatur yang lebih tinggi akan membuat baterai kamu lebih cepat habis dan juga memperpendek usia pakai baterai, sementara suhu yang lebih dingin mempengaruhi kapasitas baterai. Pastikan kamu menyimpannya di tempat yang sejuk dan jauh dari sinar matahari dan jangan pernah menyimpannya di tempat-tempat seperti jok motor, di tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung atau disimpan di suhu yang melebihi batas keamanan. Jika kamu tinggal di daerah yang suhunya sering ekstrem, pertimbangkan untuk membawa perangkat vape dan baterai di pendingin makan siang kecil yang terisolasi.

Meng'kawinkan' baterai
Jika kamu menggunakan mod yang membutuhkan lebih dari satu baterai, selalu gunakan baterai yang sama persis (misalnya, sepasang Sony VTC5s) dan pertahankan agar tetap berpasangan dan selalu bersama-sama - ini adalah praktik yang aman. Ini akan memastikan bahwa sel mendapatkan jumlah muatan / pengeluaran yang sama dan membantu menunda ketidakseimbangan dalam kapasitas dan kinerja.

Ganti baterai lama
Kondisi baterai seiring berjalannya waktu akan mengalami penurunan kapasitas. Baterai lithium-ion akan mulai kehilangan kapasitas dan kekuatan bila digunakan setiap untuk jangka waktu yang lama. Jika kamu merasa bahwa baterai kamu menujukan gejala lebih cepat habis, ganti saja. Bahkan jika bateraimu tidak ada kendala sama sekali, ganti baterai kamu setelah enam bulan hingga satu tahun, tergantung pada seberapa sering kamu menggunakannya.

Daur ulang baterai lama
Saat mengganti baterai lama, selalu daur ulang sebelum membuangnya. Sel lithium-ion dapat dengan mudah mengalami hubungan pendek di tempat sampah, yang sangat berisiko dan bisa menjadi bahaya yang serius. Selain itu, daur ulang baterai baik untuk lingkungan. Perhatikan kotak pembuangan baterai dan ikuti instruksi keselamatan saat mendaur ulang baterai lama kamu.

Saturday, September 14, 2019

Mengenal Lebih Dekat Dengan AIO Vape

Apa itu AIO?
AIO adalah sebuah vape mungil yang hadir dalam desain satu atau dua bagian yang sederhana. Tapi mencakup semua aspek yang kamu butuhkan untuk mulai menjadi vapers yang berbeda :) Penggunaanya pun sangat simple sekali, kamu hanya perlu menambahkan liquid dan kamu sudah siap untuk menjalani aktivitas!.

AIO biasanya di desain menjadi dua bagian, bagian bawah menampung baterai bawaan, dan bagian atas menjadi bagian tank atau biasa disebut cartridge.

Perangkat ini sangat mirip dengan pod sistem biasa, hanya saja pada pod sistem coil tidak dapat diganti, cartridge dan baterai menyatu (tipe tertentu bisa dilepas).
Sekilas Vape AIO hampir tidak dapat dibedakan dengan pod sistem biasa.

Perbedaan utama adalah coil yang dapat diganti, bukan cartridge/podnya yang diganti, juga menggabungkan kepraktisan sistem pod namun memiliki kinerja yang lebih baik yang hadir dengan coil terpisah.

Dan dengan kesuksesan seri Lost Vape Orion pada tahun 2018, kotak pod yang terlihat seperti walkie-talkie ini mengambil alih pasar,dan sekarang menjadi tren terbaru dalam vaping.

Bagaimana cara menggunakan AIO?
Vape AIO merupakan perangkat yang paling mudah dioperasikan. Ikuti instruksi ini untuk menghindari kendala yang mungkin muncul dari AIO kamu:

  • Basahi dulu coil dengan liquid
  • Pasang coil ke cartridge
  • Isi cartridge dengan liquid
  • Tunggu hingga menyerap
  • Set airflow (jika tersedia)
  • Lalu sedot bang :)


Jika AIO kamu dilengkapi dengan penyesuaian watt atau voltase, mulailah dari pengaturan yang lebih rendah terlebih dahulu lalu coba naikkan sampai kamu menemukan sweet spot kamu. Cukup!. Sederhana bukan?

AIO datang dengan coil yang dapat diganti, bukan mengganti cartridge/podnya. Jadi pengguna hanya perlu mengganti coil ketika kinerjanya sudsh mulai menurun, tanpa harus membeli pod baru. Itu membuat AIO lebih hemat biaya, karena coil biasanya lebih murah daripada cartridge walaupun terkadang ada beberapa brand yang memang harga coil lebih mahal daripada cartridge.

Dari segi kinerja, AIO sedikit lebih unggul dari sistem pod. Coil terpisah umumnya memiliki kinerja lebih baik daripada coil kecil yang tertanam (prebuilt coil) di dalam cartridge. Tentunya hal ini membuat efek nikotin terasa lebih kuat, oh ya AIO membutuhkan liquid dengan kadar nikotin yang lebih tinggi (biasanya kristal seperti garam, atau istilahnya Salt-Nic), banyak AIO sudah dilengkapi dengan coil sub ohm yang memungkinkan kamu untuk menggunakannya dengan konsentrasi nikotin yang lebih rendah, juga memungkinkan cartridge nya di isi dengan freebase liquid.

AIO adalah salah satu kategori vape yang  paling mudah untuk dioperasikan, kamu bisa mendapatkan kenyamanan dan kepraktisan dari sebuah cartridge yang mungkin tidak bisa atau menyama dari sebuah RBA base. Tidak perlu membongkar dan menjadi berantakan. Kamu cukup memasangnya, hisap, dan isi ulang liquid kembali sudah kosong.

Jika kamu mencari pengalaman yang paling mudah digunakan, pod sistem adalah pilihan terbaik kamu. Tetapi jika kamu ingin kinerja yang lebih baik dan lebih sedikit uang yang dihabiskan dalam jangka panjang, maka AIO Vape adalah salah satu dari apa yang kamu cari.

Single Coil VS Dual Coil

Dewasa ini, produsen vape berlomba dalam inovasi atomizer yang bergerak ke arah menambahkan lebih banyak core ke dalam coil mereka, banyak sekali produk di pasaran yang memungkinkan kita build coil lebih dari satu dan bahkan bisa lebih dari dua coil. Tapi kali ini kita bahas yang memang sudah menjadi mainstream di dunia vape yaitu Single coil Vs Dual Coil.

Konfigurasi dual coil dan single coil sama-sama bagus untuk vaping, namun, pasti ada kelebihan dan kekurangan pada setiap build mana pun.

Jika kamu ingin mengetahui perbedaan antara single dan dual coil, silahkan lanjutkan membaca karena disini saya akan berusaha membahas topik ini secara rinci.

Single Coil vs Dual Coil
Oke sekarang kita terjun langsung ke konfigurasi single coil dan dual coil, saya akan memberitahu kamu mana yang lebih baik dan alasan mengapa lebih baik. Mengetahui manfaat single coil dan dual coil akan membantu kamu memilih coil yang tepat.

Bagi kamu yang baru memulai vaping, sekedar informasi coil adalah elemen pemanas pada atomizer vape kamu. Setiap atomizer menggunakan beberapa bentuk coil untuk menguapkan liquid agar mendapatkan cloud dan flavor yang kita inginkan.

Coil adalah elemen pemanas yang terbuat dari kawat yang digulung dan dibentuk menjadi sebuah kumparan. Salah satu ujung coil terhubung ke terminal positif dan ujung lainnya terhubung ke terminal bermuatan negatif. Baterai dalam mod mengirimkan daya ke coil, dan memanaskan liquid yang membentuk cloud.

Oke, jadi sekarang kamu memiliki sedikit gambaran di benak kita lalu, manakah konfigurasi yang cocok untukmu?
Dual coil bekerja dengan cara yang sama persis dengan single coil, satu-satunya perbedaan adalah bahwa konfigurasi Dual coil menggunakan dua coil dalam atomizernya.

Atomizers Dual coil membagi panas di antara kedua coil, sehingga terjadi pemanasan dan penguapan liquid. Dari pengalaman pribadi saya, flavor lebih bisa didapatkan pada konfigurasi dual coil dibandingkan dengan single coil.

Kelebihan dan kekurangan konfigurasi Single Coil

Kelebihan:

  • Single coil mengkonsumsi lebih sedikit daya daripada dual coil
  • Single coil mengkonsumsi liquid jauh lebih sedikit dibandingkan dual coil karena hanya memiliki satu coil yang menyerap dan menguapkan liquid.
  • Lebih mudah build coil di single coil dibandingkan dengan konfigurasi dual coil


Kekurangan:

  • Produksi cloud lebih sedikit dari dual coil
  • Cloud yang kurang padat dibandingkan dual coil
  • Sensasi power yang dihasilkan sedikit berkurang


Kelebihan dan kekurangan konfigurasi Dual Coil

Kelebihan :

  • dual coil biasanya menghasilkan lebih banyak cloud karena lebih banyak liquid yang diuapkan
  • dual coil cenderung menghasilkan cloud yang lebih padat daripada single coil
  • Lebih nendang
  • Throat hit lebih kuat

Kekurangan :

  • Konsumsi baterai tinggi
  • Lebih boros liquid
  • Build lebih sulit, karena harus build 2 coil


Konfigurasi yang mana yang cocok buat kamu?
Jika kamu tipe orang yang menikmati flavor, mungkin lebih baik menggunakan konfigurasi dual coil atau bahkan lebih banyak coil. Saya telah melihat RDA hingga 8 coil, sehingga pilihan untuk sedikit berkreasi build coil menjadi hampir tidak terbatas.

Jika kamu baru mengenal vaping, pertimbangkan untuk memulai dengan konfigurasi single coil tetapi jika kamu menginginkan cloud lebih banyak dan lebih banyak flavor, kamu dapat meningkatkan ke konfigurasi dual coil. Pastikan untuk memilih RTA atau RDA yang memiliki dukungan untuk dual coil.

Dual Coil vs Single Coil [Kesimpulan]
Memutuskan apakah kamu ingin menggunakan konfigurasi dual coil atau konfigurasi single coil tergantung pada apa yang kamu inginkan dari Vape kamu. Keduanya merupakan pilihan bagus juga memliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Jika kamu ingin lebih banyak flavor dan cloud, kamu lebih baik menggunakan konfigurasi dual coil. Jika kamu ingin cloud dan flavor yang cukup, tetapi tidak ingin terlalu sering mengganti baterai, saya lebih prefer gunakan konfigurasi single coil.
Hanya ingat, konfigurasi vape single coil menggunakan liquid vape jauh lebih sedikit daripada dual coil. Di sisi lain, dual coil juga menggunakan lebih banyak daya baterai, dengan kata lain lebih boros baterai karena kamu pada dasarnya menyalakan dua buah coil menjadi satu kesatuan.

Tetapi itu semua hanya merupakan opini pribadi saya. Flavor dan cloud bisa dimaksimalkan pada build coilnya itu sendiri. Tidak menutup kemungkinan single coil mampu mengeluarkan cloud dan flavor yang luar biasa, begitupun sebaliknya tidak menjamin flavor dan cloud bisa keluar di konfigurasi dual coil, semuanya kembali lagi pada setup dan build coilnya itu sendiri. Juga dipengaruhi oleh jenis, kualitas dan ukuran RTA atau RDA nya itu sendiri.

Friday, September 13, 2019

Mengenal Atomizer

Apa itu RBA? Lalu apakah perbedaan RDA dan RTA?

"RBA" adalah singkatan dari "ReBuildable Atomizers", adalah salah satu kategori penting dalam sistem vape atomizer.

RTA dan RDA adalah kedua jenis dari RBA. RTA(Rebuildable Tank Atomizer) adalah tank sistem, RDA (Rebuildable Drip Atomizer) adalah sistem tetes (drip). Dengan sistem RBA ini, kamu bisa bentuk atau dalam dunia vaping biasa disebut "build" koil kamu sendiri. Dengan kata lain kamu bisa gulung sendiri koilnya, pasang ke RDA/RTA, lalu pasang kapas atau lebih akrab dikenal dengan istilah "wicking". Banyak sekali jenis build diluaran sana, semua tergantung pada jenis RBA nya dan keinginan penggunanya sendiri.

Apa manfaat menggunakan RBA?
Manfaat utama menggunakan RTA atau RDA adalah kamu bisa build koil kamu sendiri untuk mendapatkan kepuasan dalam vaping. Tentu saja dengan membuild koil sendiri, kamu juga bisa lebih hemat dari segi perawatannya :).

RDA
RDA (Rebuildable Drip Atomizer) adalah sistem tetes (drip). Di kalangan pecinta Cloud Chasing, RDA lebih populer karena bisa memproduksi cloud yang banyak, yang bisa memenuhi ekspektasi cloud chaser itu sendiri

Kelebihan RDA kamu juga lebih mudah drip e-juice kamu, juga lebih mudah bagi yang sering gonta ganti e-juice, tapi sisi negatifnya kamu harus bawa e-juice kamu kemana-mana, ribet memang tapi sangat menyenangkan.

RTA
RTA adalah sebuah sistem yang memiliki tank (tabung penyimpanan) e-juice yang juga koilnya bisa di build sendiri. Kamu cukup isi tabungnya sampai penuh, nikmati tanpa harus repot repot drip, jika habis cukup isi lagi.
Tapi dengan banyaknya part pada RTA, jenis RBA ini agak sedikit sulit untuk di build. Namun balik semua itu RTA mampu memberikan kemudahan dalam vaping dan juga bisa menghadirkan flavor yang lebih dibanding RDA (tergantung tipe dan merk yang dipakai), tetapi kekurangannya adalah cloud yang dihasilkan biasanya tidak sebanyak RDA

Saya tidak pernah build sebelumnya. Manakah yang harus saya beli? Dari manakah saya harus memulai?
Build koil sebetulnya tidak terlalu sulit, tapi jika kamu pemula kamu perlu belajar dulu dan lebih baik kamu memilih RDA. Kenapa? karena RDA lebih mudah di build dan lebih mudah juga untuk dipelajari.

RDA manakah yang terbaik bagi pemula?
Well, ini pertanyaan yang agak sulit untuk di jawab karena bersifat subjektif.
Pandangan orang berbeda-beda akan hal ini.
Tapi menurut pengalaman saya, belajar build lebih mudah di lakukan di RDA Druga 24mm karena RDA ini memiliki post yang sangat mudah untuk di build. Tapi bukan berarti RDA Druga adalah yang terbaik, karena ya itu tadi pengalaman yang diperoleh dari tiap RDA itu berbeda, tergantung dari pengguna itu sendiri yang bisa merasakan mana RDA yang terbaik dan cocok baginya.

Mungkin hanya ini saja yang bisa saya tulis pada post kali ini. Sudah menemukan jawaban yang kamu cari? Adakah yang terlewat? Masih bingung? Hubungi saya, jadi saya nanti bisa perbaiki artikel pada postingan ini.
Itu saja mungkin, terkahir dari saya Quit Smoking, and Start Vaping!
Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.

Thursday, September 12, 2019

Mengenal vape untuk pemula

Selamat datang bagi yang tersesat dari mbah google :).
Ini tulisan pertama saya di blogger, di tulisan ini saya tidak bermaksud mengajak atau mengarahkan untuk memulai vaping, disini saya hanya sedikit memberi pencerahan bagi yang berniat berhenti merokok dan beralih ke Vape, atau bagi yang berniat membeli device vapor atau kali ini disini kita sebut Box Mods

Apa Itu Box Mod?
Box mod adalah sebuah sumber daya, sebuah alat yang mensuplay daya ke atomizer dari satu, dua buah baterai atau lebih yang mana baterai tersebut bisa di isi ulang kembali atau biasa kita kenal dengan istilah "di cas".
Secara garis besar, box mod memiliki beberapa tombol. Di antaranya ada tombol firing yang berfungsi sebagai saklar yang menghantarkan daya baterai dari box mod ke atomizer untuk memanaskan e-liquid/e-juice yang menghasilkan cloud atau uap.


Jenis Box Mod
Banyak sekali tipe, bentuk, dan merk yang beredar di pasaran. Agar tidak bingung ada beberapa cara untuk lebih mudah mengkategorikanya.

Bentuk dan design
Box mod hadir dalam beberapa design, konfigurasi, dan estetika model box mod itu sendri. Memiliki ukuran beragam mulai dari yang kecil hingga ukuran yang besar, tapi tetap nyaman untuk di genggam.
Secara umum Box Mod berbentuk kotak, ya kembali lagi ke namanya "Box Mod", tetapi banyar manufaktur yang membuat model yang lebih nyaman untuk di genggam, seperti bagian tepi yang melengkung agar lebih ergonomis.

Material yang dipakai pun beragam seperti plastik, metal, dan kayu dengan berbagai varian warna yang berbeda.

Baterai
Box mod biasa nya menggunakan baterai yang bisa di lepas dan bisa di isi ulang atau biasa disebut "bisa di cas".

Box mod tipe ini memliki 1 slot, 2 slot atau lebih baterai, baterai yang digunakan pun beragam, tapi yang sangat umum digunakan adalah tipe baterai 18650 high drain.
Baterai bisa di cas dengan charger external atau di mod nya itu sendiri (beberapa tipe tidak support).
Box mod juga ada yang menggukan tipe baterai non-removable atau yng tidak bisa di lepas, biasa menggunakan baterai jenis baterai Li-Po.
Power yang dihasilkan pun berbeda antara box mod yang satu dengan yang lain, banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah baterai yang digunakan.

Fitur dan Fungsi
Sebuah box mod biasanya memiliki chip yang berguna untuk mengatur power yang dikeluarkan seperti Volt atau Watt yang dihantrkan ke atomizer. Yang mana box mod ini lazim disebut "Regulated Box Mod". Juga biasanya memiliki display yang menapilkan informasi seperti pengaturan, fungsi, dan power yang di gunakan.
Berbanding terbalik dengan yang di bahas di atas, ada satu lagi box mod yang disebut dengan "Unrugelated Box Mod". Jenis ini biasanya menggunakan chip yang lebih sederhana dari segi fungsi, yaitu sebagai pengaman saja dan juga ada tipe lain yang tidak memiliki chip sama sekali (Mechanical populer di sebut Mecha).
Di box mod ini kita tidak dapat mengatur Watt atau Voltase atau fitur dan fungsi tambahan.
Jadi daya yang dihasilkan tergantung dari daya baterai langsung.

Jenis Box Mod Manakah Yang Cocok Untukmu?


Menurut saya pribadi, memilih box mod adalah hal yang gampang gampang sulit, kenapa?, karena terkadang kita suka akan model box mod nya, tapi power yang dihasilkan tidak dapat memenuhi ekspektasi penggunanya. Ada juga model cocok, power cocok, tapi harga kurang cocok :).

Jadi pilih box mod yang memang sesuai untuk kamu, lakukan riset yang mendalam terlebih dahulu, misal dengan bertanya ke yang lebih berpengalaman, atau bisa konsultasi di Toko yang menjual box mod itu sendiri.

Pertimbangan terakhir untuk membeli box mod adalah dengan mempertimbngkan cloud yang dihasilkan, semakin besar power sebuah box mod hasilkan, semakin banyak juga cloud yang dihasilkan.

Sekian dari saya salam Quit Smoking, Start Vaping.

Artikel ini di rangkum dari beberapa sumber.